Software & Hardware

Cloudflare Pangkas Penggunaan Memori Sistem DNS hingga 85 Persen Lewat Optimalisasi Pemrosesan

Cloudflare mengumumkan keberhasilan optimalisasi infrastruktur Domain Name System (DNS) yang mampu memangkas penggunaan memori puncak hingga 85 persen sekaligus mempercepat pemrosesan perubahan konfigurasi domain. Melalui pembaruan teknologi yang dijelaskan pada 2 November 2026, perusahaan mengembangkan mekanisme targeted builds dan unified scheduler untuk mengurangi pekerjaan pemrosesan yang tidak diperlukan. Hasilnya, penggunaan memori aktif rata-rata turun dari 49 GiB menjadi 7 GiB, sementara waktu pemrosesan median berkurang dari sekitar 7,7 detik menjadi 3,3 detik. Inovasi ini menunjukkan bagaimana penyempurnaan arsitektur perangkat lunak dapat meningkatkan efisiensi infrastruktur internet tanpa harus mengandalkan penambahan kapasitas perangkat keras.

Pembaruan Sistem DNS Cloudflare Meningkatkan Efisiensi Pemrosesan

Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare memperkenalkan pencapaian optimalisasi sistem pada layanan pembaruan konfigurasi DNS. Dengan menerapkan pendekatan baru, Cloudflare mencatat penurunan penggunaan memori puncak hingga 85 persen. Peningkatan efisiensi ini dihasilkan dari penyempurnaan cara membangun ulang informasi zona. Dalam mekanisme sebelumnya, jenis perubahan tertentu mengharuskan sistem membaca semua catatan domain. Pendekatan tersebut meningkatkan beban komputasi, terutama ketika jumlah informasi dalam satu zona terus berkembang.

Dorongan untuk memperbarui sistem muncul seiring meningkatnya aktivitas pengelolaan domain. Pada 2022, layanan Zone Builder Cloudflare menerima sekitar 250 perubahan DNS setiap detik. Beban aktivitas tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 700 perubahan per detik, ditambah sekitar 100 peristiwa konfigurasi lainnya. Pada kondisi operasional seperti ini, efisiensi pemrosesan menjadi semakin penting. Selain itu, sejumlah zona telah memiliki lebih dari 20 juta catatan sehingga pemrosesan menyeluruh membutuhkan kapasitas besar.

Cara Kerja Targeted Builds dalam Mempercepat Pembaruan DNS

Pendekatan teknis yang digunakan Cloudflare adalah targeted builds, yaitu mekanisme pembangunan ulang sebagian data. Melalui pendekatan tersebut, Zone Builder tidak selalu perlu membangun ulang seluruh zona. Dalam penerapan sederhana, ketika sebuah catatan A diperbarui, sistem cukup membangun ulang sumber daya terkait. Mekanisme selektif ini mencegah pembacaan ulang data yang tidak berubah. Walaupun pemrosesan dibuat lebih kecil, ketepatan data tidak boleh dikorbankan.

Untuk menentukan jenis pekerjaan, Cloudflare menggunakan sistem perencanaan pemrosesan selektif. Komponen perencanaan ini menentukan salah satu dari lima tipe build, yaitu resources only, resources and metadata, apex and metadata, purge, serta full zone. Pembagian tersebut digunakan sesuai karakteristik perubahan. Perubahan catatan biasa biasanya cukup diproses melalui resources only. Di sisi lain, perubahan yang memengaruhi metadata memerlukan pemrosesan tambahan. Apabila cakupan dampaknya tidak dapat dibuktikan secara tepat, sistem tetap menggunakan full build.

Sistem Penjadwalan Terpadu Cloudflare Mengurangi Pekerjaan Berulang

Di samping memperkenalkan pemrosesan selektif, Cloudflare menghadirkan sistem penjadwalan terpadu untuk meningkatkan efisiensi eksekusi. Pada sistem lama, dua kategori pembangunan ulang memiliki sistem penjadwalan sendiri. Arsitektur penjadwalan lama menyebabkan peluang optimalisasi tidak sepenuhnya dimanfaatkan. Berkat penggabungan mekanisme tersebut, pembaruan yang menunggu dapat digabungkan berdasarkan zona. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan menjalankan pekerjaan terpisah tanpa menghilangkan perubahan yang diperlukan.

Sebagai gambaran mekanisme, perubahan catatan A pada satu subdomain bisa muncul berdekatan dengan pengaturan wildcard. Apabila pembaruan tersebut terkait satu zona, scheduler dapat menggabungkan kebutuhan pemrosesannya. Meskipun beberapa pekerjaan digabungkan, cakupan pemrosesan tidak boleh diperkecil secara sembarangan. Apabila terdapat pekerjaan yang mengharuskan pemrosesan menyeluruh, pekerjaan gabungan harus mencakup seluruh zona. Berkat penggabungan yang mempertahankan kebutuhan setiap perubahan, Cloudflare berpotensi mengurangi beban server secara aman.

Efisiensi Infrastruktur DNS Cloudflare setelah Pembaruan Sistem

Pengukuran infrastruktur DNS terbaru menunjukkan penurunan besar pada konsumsi memori Zone Builder. Sebelum optimalisasi, rata-rata working-set memory berada pada 49 GiB. Setelah pembaruan diterapkan, kebutuhan memori aktif menjadi sekitar 7 GiB. Penghematan sumber daya ini menggambarkan efisiensi memori sekitar 86 persen. Untuk kondisi penggunaan tertinggi, penggunaan maksimum menurun dari 79 GiB hingga 12 GiB, atau kurang lebih 85 persen.

Di samping menghasilkan penghematan sumber daya, kombinasi targeted builds dan unified scheduler juga mengubah distribusi pekerjaan. Berdasarkan evaluasi satu hari, sekitar 86,81 persen pekerjaan pemrosesan cukup menggunakan pemrosesan sumber daya tertentu. Di sisi lainnya, 2,54 persen menggunakan resources and metadata, sedangkan pembaruan apex dan metadata mencakup 2,30 persen. Jika seluruh kategori digabungkan, sekitar 92,95 persen pekerjaan menghindari full-zone rebuild. Pencapaian operasional ini memperlihatkan keberhasilan optimalisasi.

Waktu Pemrosesan Zone Builder Berkurang melalui Sistem Baru

Perubahan arsitektur Cloudflare memberikan manfaat pada kecepatan pembaruan. Sebelum penjadwalan terpadu diterapkan, pembangunan ulang data dengan jutaan catatan dapat menahan pekerjaan lain dalam antrean. Dalam kondisi tersebut, sejumlah pembaruan harus menunggu lebih lama. Dengan mengurangi full build, Cloudflare membuat penanganan perubahan lebih konsisten. Ketika membandingkan lonjakan waktu penyelesaian, lonjakan p99 berkurang dari 14,6 menit ke 1,21 menit. Hasil tersebut menggambarkan peningkatan kestabilan antrean.

Setelah berhasil mengurangi beban sistem, Cloudflare menyempurnakan beberapa pengaturan terhadap interval pembangunan ulang zona dan buffer peristiwa dari sistem agregasi Kafka. Perubahan konfigurasi ini diterapkan dengan mempertimbangkan keterlambatan replikasi database. Melalui kombinasi pembaruan ini, waktu pemrosesan tengah menyusut hingga kurang lebih setengahnya. Namun demikian bahwa latensi yang dilaporkan berhenti ketika data masuk ke Quicksilver, bukan waktu propagasi lengkap menuju seluruh lokasi jaringan. Berdasarkan batas pengukuran tersebut, durasi sebenarnya masih dipengaruhi tahap distribusi dan caching DNS.

Perkembangan Teknologi Pemrosesan DNS setelah Inovasi Cloudflare

Pengembangan arsitektur pemrosesan zona terbaru menjadi contoh peningkatan infrastruktur melalui optimalisasi dalam pengelolaan layanan internet berskala besar. Dengan menggunakan pemrosesan selektif dan unified scheduler, Cloudflare berhasil mengurangi pemrosesan yang tidak diperlukan. Hasilnya, penggunaan memori puncak berkurang 85 persen, sementara durasi pembangunan data rata-rata tengah berkurang lebih dari separuh. Pencapaian ini memperlihatkan potensi optimalisasi melalui desain sistem yang lebih tepat. Kemajuan TEKNOLOGI pemrosesan jaringan dapat mendukung layanan internet yang lebih efisien. Bagaimana menurut Anda mengenai peningkatan efisiensi melalui pembaruan arsitektur perangkat lunak? Sampaikan pandangan Anda mengenai manfaat inovasi tersebut.

Related Articles

Back to top button