Petinggi Ducati Geram Tifosi Italia Soraki Marc Marquez di dalam Podium MotoGP San Marino 2024

MISANO – Manager Ducati Corse, Davide Tardozzi, lalu General Manager Ducati Corse, Gianluigi ‘Gigi’ Dall’Igna, geram dengan perlakuan para tifosi Italia yang tersebut menyoraki Marc Marquez di podium MotoGP San Marino2024.
Menurut dia, para tifosi harus menghormatinya sebagai manusia pemenang lantaran rider Gresini Ducati itu bukanlah seseorang penjahat yang digunakan harus dicaci-maki.
Marquez menunjukkan dominasinya lagi di area MotoGP San Marino 2024. Dia menjadi pemenang balapan utama di tempat Sirkuit Marino itu di dalam depan dua jagoan tuan rumah, Francesco Bagnaia kemudian Enea Bastianini.
Begitu naik podium juga melakukan perayaan kemenangannya, The Baby Alien -julukan Marquez- mendapat sambutan tak mengenakan dari para penggemar Italia. Mereka menyorakinya dengan nada ejekan dikarenakan mayoritas dari merekan adalah pendukung Valentino Rossi, yang dimaksud merupakan rival panas dari bintang Spanyol tersebut.
“Saya identik sekali tak suka sorakan ejekan untuk peserta balap pada podium. Juara dunia delapan kali menang. Dia bukanlah penjahat, beliau adalah peserta balap yang tersebut luar biasa juga kami sudah menimbulkan taruhan besar untuk tahun depan,” kata Tardozzi dilansir dari Motosan, Hari Sabtu (15/9/2024).
Pecco -sapaan Bagnaia- pun dengan cepat secara langsung menunjukkan gesture untuk para tifosi untuk menghentikan cemoohan itu. Dia terlihat tak ingin momen menyenangkan yang disebutkan dirusak oleh para penggemar fanatik Rossi yang dimaksud membenci Marquez.
Tardozzi pun geram dengan tingkah laku para tifosi yang disebutkan terhadap Marquez. Apalagi, tahun depan juara MotoGP enam kali itu akan segera berseragam regu pabrikan Ducati bersatu Pecco, yang dimaksud otomatis membutuhkan dukungan dari para penggemar selama Italia.
“Kami akan mempunyai kelompok yang hebat. Saya telah menyatakan di tempat awal musim bahwa siapapun yang dimaksud berpikir bahwa Marc tidaklah bisa jadi diandalkan untuk meraih gelar kejuaraan adalah lantaran beliau bukan memahami sepeda gowes motor,” tambahnya.
Hal senada juga dilontarkan oleh Dall’Igna. Dia menilai Marquez pantas mendapatkan apresiasi dan juga bukanlah cemoohan dari para tifosi akibat beliau sudah pernah membuktikan diri dapat meraih kemenangan balapan sama-sama Ducati sehingga Dall’Igna yakin kebijakan regu pabrikan Borgo Panigale untuk merekrutnya bukanlah sebuah kesalahan.
“Dia telah dilakukan mengungguli dua balapan berturut-turut dan, jikalau beliau belum menjadi Marc Márquez seperti biasanya, ia berada di tempat jalur yang tepat untuk menjadi seperti itu lagi. Biarkan yang tersebut terbaik menang, seperti biasa, saya harus bukan memihak juga menyebabkan yang mana terbaik menang,” ujar Dall’Igna.






