Siapa Petinju Pemilik Bogem Terkuat Menurut Saul Canelo Alvarez?

Saul Canelo Alvarez telah malang melintang selama 19 tahun pada olahraga tinju. Selama kariernya, Canelo telah terjadi berhadapan dengan banyak petinju hebat, termasuk yang digunakan pada masa kini masuk di Hall of Fame. Baru-baru ini, Canelo berbicara mengenai siapa lawan terberat yang mana pernah yang dihadapi lalu siapa petinju dengan pukulan terkeras yang dimaksud pernah ia rasakan dalam menghadapi ring.
Canelo memulai debutnya pada dunia tinju pada usia 16 tahun lalu mencatatkan rekor 20-0-1 sebelum ia berusia 18 tahun. Pada pertarungan ke-37, Canelo akhirnya menantang dan juga mengungguli penghargaan dunia dengan mengalahkan Matthew Hatton di perebutan gelar kejuaraan juara dunia super-welter WBC . Sejak ketika itu, Canelo tidak ada pernah menoleh ke belakang, dengan 25 dari 28 pertarungan berikutnya terus-menerus berkompetisi merebut gelar kejuaraan dunia.
Selama waktu itu, Canelo berhadapan dengan banyak nama besar kemudian meraih segala sesuatu yang tersebut bisa jadi dicapai pada dunia tinju; menjadi juara dunia dalam empat divisi, juara dunia tak terbantahkan, dan juga berbagi trilogi ikonik dengan petinju hebat lainnya, Gennadiy Golovkin. Namanya bahkan sudah pernah melampaui batas dunia olahraga dan juga menjadi sosok yang digunakan dikenal luas.
Namun, ketika ditanya tentang pertarungan terberat yang dimaksud pernah dihadapinya, Canelo Alvarez mengungkapkan di area podcast ‘Million Dollaz Worth of Game’ bahwa tantangan mental melawan Floyd Mayweather Jr. sangat lebih banyak sulit dibandingkan menghadapi lawan lainnya.
“Saya miliki sejumlah pertarungan yang digunakan berat, tetapi saya pikir yang dimaksud paling sulit adalah melawan Floyd Mayweather. Pertarungan terberat saya kemungkinan besar adalah melawan Golovkin,” ungkap Canelo.
Di sisi lain, Canelo sudah pernah memantapkan dirinya sebagai salah satu kekuatan paling kuat kemudian finisher paling kejam pada dunia tinju, banyak kali pergi dari sebagai pemenang ketika lawan-lawannya mencoba bertarung dari jarak dekat, berkat dagunya yang tersebut sekuat batu. Namun, ketika ditanya siapa petinju dengan pukulan terkeras yang digunakan pernah ia hadapi, Canelo memberikan jawaban yang digunakan mengejutkan.
“Semua orang akan mengungkapkan Golovkin (adalah petinju dengan pukulan terkeras), tapi saya tidak ada pernah merasakan kekuatan yang dimaksud begitu besar seperti (James) Kirkland. Dia memukul lengan saya, juga rasanya seperti dihantam batu. Saya berpikir, ‘Saya harus mengakhiri pertarungan ini sekarang dikarenakan jikalau tidak, ia akan memukul saya pada seluruh ring sepanjang pertarungan.’”
Canelo juga Kirkland berhadapan pada tahun 2015 pada pertarungan yang digunakan singkat, pada mana Alvarez menjatuhkan Kirkland tiga kali di tiga ronde, hingga akhirnya Kirkland tidaklah mampu melanjutkan pertarungan. Kekalahan itu dihadiri oleh dengan absen empat tahun dari Kirkland, yang tersebut kemudian kembali dengan kemenangan beruntun sebelum mengalami kekalahan TKO di area ronde pertama dari Juan Montiel pada Desember 2020, juga sejak itu ia belum berjuang lagi.
Adapun perihal petinju dengan pukulan terkeras, lawan Canelo pada 14 September mendatang, Edgar Berlanga, kemungkinan besar akan masuk pada daftar petinju dengan pukulan sekeras Kirkland. Petinju jika Puerto Rico ini mempunyai ukuran yang digunakan besar untuk kelas 168 pon lalu mengungguli 16 pertandingan profesional pertamanya dengan kemenangan TKO pada ronde pertama, meskipun belaka mencatatkan satu kali knockout di enam pertarungan terakhirnya seiring peningkatan level lawannya.






