Hilman Latief: Kemenag Tidak Ada Jual Beli Kuota Haji!

Isu jual beli kuota haji menjadi salah satu poin yang dimaksud diangkat dan juga ditanyakan Pansus Angket Haji DPR RI pada sidang perdana yang menghadirkan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji Hilman Latief sebagai saksi. Sejumlah anggota pansus menanyakan kemudian mengkonfirmasi isu yang digunakan mereka dengar tentang jual beli kuota haji.
”Kemenag tiada ada perdagangan kuota,” tegas Hilman Latief pada Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Menurut Hilman, secara sistem, jual beli kuota tidaklah bisa saja dijalankan oleh Kementerian Agama. Karenanya, apabila ada yang mana mendapat info yang disebutkan bisa saja melaporkan ke Kementerian Agama sehingga sanggup ditelusuri datanya, proses penjualannya, tindakan seperti apa, juga oknumnya dari Kemenag mana, apakah daerah, wilayah, atau pusat.
“Kami akan tindaklanjuti setiap pengaduan,” sebut Hilman.
Baca Juga: Merekam Cerita Gembira Jemaah Haji Indonesia di area Tanah Suci
“Kami mohon info lebih tinggi valid. Saya khawatir ini yang digunakan menjadi kecurigaan atau pandangan negatif terhadap proses industri Kemenag pada penyelenggaraan haji,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Direktur Layanan Haji di Negeri Saiful Mujab. Menurutnya, jemaah yang tersebut berangkat haji tahun ini sesuai dengan regulasi lalu sesuai dengan Siskohat. ”Kalau ada kasus, laporkan secara tertulis. Apakah orang Kemenag atau bukan. Saya ingin tahu siapa yang main. Kita semua telah berbasis aplikasi. Kalau ada yang digunakan menawarkan, jelas itu penipuan,” tandasnya.
Tahun ini, kuota haji Indonesia berjumlah 221.000, terdiri berhadapan dengan 203.320 kuota haji reguler lalu 17.680 kuota haji khusus. Selain itu, Indonesia juga mendapat 20.000 kuota tambahan. Total kuota haji Indonesia adalah 241.000 jemaah, terdiri menghadapi 213.320 jemaah haji reguler lalu 27.680 jemaah haji khusus.
Pansus Haji DPR hari ini memulai persidangan untuk memohon keterangan beberapa jumlah saksi. Hari ini, selain Dirjen Penyelenggaraan Haji juga Umrah Hilman Latief, dihadirkan juga sebagai saksi adalah Direktur Pelayanan Haji Dalam Negesi Saiful Mujab.





