Selain lingkungan, BUMI fokus pada perekonomian warga pascatambang

Kami berupaya adanya kemandirian perekonomian komunitas sekitar permanen berjalan optimal, meskipun tambang yang digunakan selama ini berubah menjadi pusat kegiatan warga sudah pernah selesai beroperasi
Jakarta – Emiten pertambangan nasional PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan bahwa pascapenambangan selesai diwujudkan (tahap mine out), BUMI tiada hanya sekali berjanji menjalankan acara pemulihan lingkungan melalui inisiatif reklamasi, melainkan juga berkontribusi mempertahankan kesejahteraan serta perekonomian rakyat sekitar lahan bekas tambang.
“Ini merupakan tantangan BUMI, bagaimana perekonomian warga setempat permanen berdaya setelahnya pertambangan juga pengelolaannya selesai. Karena itu, sedari dini, BUMI merangkul masyarakat untuk mengupayakan ada pergerakan kegiatan ekonomi lain yang dimaksud mampu menopang kesejahteraan, sesuai dengan prospek yang tersebut dimiliki warga sekitar lahan operasional tersebut,” tutur Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie di pernyataan pada Jakarta, Senin.
Ia menegaskan, Proyek Pembangunan serta Pemberdayaan Komunitas (PPM) di sekitar posisi penambangan ini, merupakan salah satu poin penting di prinsip Good Penambangan Practice yang mana diterapkan BUMI di seluruh lini kegiatan.
Namun demikian, lanjutnya, yang digunakan tak kalah penting adalah upaya tegas BUMI di melakukan konfirmasi kesejahteraan warga sekitar tambang.
“Kami berupaya adanya kemandirian perekonomian rakyat sekitar masih berjalan optimal, walaupun tambang yang dimaksud selama ini berubah menjadi pusat kegiatan warga telah terjadi selesai beroperasi,” jelas Adika Nuraga Bakrie.
Dikatakannya, selama lebih banyak dari setengah dekade mengurus batu bara ke Nusantara, BUMI juga seluruh anak usahanya seperti Arutmin serta Kaltim Prima Coal (KPC) terus menyimpan komitmen untuk berkontribusi pada pemberdayaan perekonomian warga sekitar posisi operasional tambang.
Hal ini bertujuan agar pada waktu pengelolaan tambang ke wilayah yang disebutkan selesai, penduduk telah lama miliki kemandirian ke sektor perekonomian nonpertambangan, sehingga tingkat kesejahteraan warga dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Beberapa kegiatan yang dimaksud sudah dijalankan oleh Arutmin, pada bidang ekonomi antara lain memfasilitasi pembiayaan mikro, pengembangan dana melalui sektor rumah tangga, pendampingan budi daya pertanian serta perikanan. Di bidang sosial budaya seperti menciptakan wisata kampung nelayan berbasis komunitas, menyelenggarakan kompetisi olahraga, pemberdayaan warga kecil, serta membantu kegiatan keagamaan.
Sementara acara yang mana dijalankan oleh KPC dalam antaranya penguatan bidang usaha mikro, membuka jalan agar penyerapan tenaga siap kerja bermetamorfosis menjadi lebih lanjut besar, kemudian menghadirkan pendamping UKM melalui Proyek UKM Tangguh.
Kemudian acara pemanfaatan lahan pascatambang untuk usaha peternakan, prakarsa pengembangan Desa Mandiri. Selain itu, menginisiasi pembentukan BUMDes di mana beberapa jenis bisnis yang dimaksud direalisasikan seperti pengelolaan ekowisata, pengolahan kompos, pemijahan ikan air tawar, jasa angkutan, kuliner, lalu sebagainya.
KPC melalui acara pemanfaatan air tambang untuk mengupayakan penyediaan air bersih, telah terjadi mengoperasikan Water Treatment Plant atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga, Kutai Timur. Sementara Arutmin terlibat menyokong infrastruktur sarana juga prasarana air bersih lalu sanitasi sebagai sumur bor, sensor device, menara air, serta tandon dalam wilayahnya operasional Tambang Asamasam.
Adapun terkait pengelolaan sampah, KPC telah dilakukan merancang Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Sangatta, sebagai penggerak pengembangan sektor ekonomi sirkular warga melalui pemanfaatan sampah berubah menjadi kondisi zero waste.
Artikel ini disadur dari Selain lingkungan, BUMI fokus pada perekonomian warga pascatambang






