Downing Street berselisih dengan Menlu Inggris mengenai tindakan negeri Israel

London – Kantor perdana menteri Inggris secara terbuka menolak pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, yang dimaksud menegaskan bahwa negeri Israel telah lama melanggar hukum internasional dengan memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza. Penolakan ini menandai teguran langka terhadap pejabat senior tersebut.
Meskipun tindakan tanah Israel ke Daerah Gaza berisiko melanggar hukum humaniter internasional, pernyataan Lammy pada Hari Senin setelah itu dinilai tiada sepenuhnya sesuai dengan penilaian pemerintah, menurut laporan media Inggris yang digunakan mengutip juru bicara Pertama Menteri Keir Starmer.
Perselisihan yang disebutkan mencuat hanya saja beberapa jam setelahnya negeri Israel kembali melancarkan serangan udara ke Gaza, yang digunakan semakin meningkatkan perasaan khawatir terhadap krisis kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya pada hadapan parlemen, Lammy menegaskan bahwa blokade negeri Israel terhadap bantuan kemanusiaan merupakan pelanggaran hukum internasional yang tersebut jelas.
Sementara itu, juru bicara Starmer menegaskan bahwa sikap Partai Buruh kekal sejalan dengan pemerintah, dengan menyatakan bahwa tindakan negara Israel ke Wilayah Gaza “jelas berisiko melanggar hukum humaniter internasional.”
Juru bicara yang dimaksud mendesak negara Israel untuk mematuhi kewajiban internasionalnya, tetapi menekankan bahwa tindakan hukum menghadapi permasalahan ini berada ke tangan pengadilan.
Ketika ditanya apakah Lammy telah dilakukan melampaui kebijakan pemerintah, juru bicara Starmer merujuk pertanyaan yang dimaksud untuk Kementerian Luar Negeri, namun menegaskan bahwa bukan ada pembaharuan kebijakan.
Kontroversi itu berpusat pada blokade negeri Israel terhadap bantuan penting ke Gaza, di antaranya makanan, komponen bakar, serta obat-obatan, yang digunakan disampaikan sejak awal bulan ini.
PBB, organisasi kemanusiaan, juga banyak negara telah lama menyuarakan keprihatinan berhadapan dengan keadaan kritis di Gaza, dalam mana rumah sakit kewalahan menangani jumlah total korban yang terus bertambah.
Kementerian Bidang Kesehatan Wilayah Gaza melaporkan bahwa lebih banyak dari 400 penduduk tewas di serangan udara semalam, menandai berakhirnya gencatan senjata yang sudah berlangsung selama dua bulan.
Dalam pernyataannya pada Senin, Lammy mengecam tindakan negeri Israel sebagai “tidak dapat diterima, sangat mengkhawatirkan, juga amat meresahkan,” teristimewa lantaran bantuan sudah pernah diblokade selama lebih banyak dari dua pekan.
Ia menyerukan agar tingkat bantuan kemanusiaan dikembalikan seperti sebelum blokade, pada mana tambahan dari 600 truk bantuan memasuki Wilayah Gaza setiap harinya. “Rakyat Palestina membutuhkan dukungan kemanusiaan yang tersebut memadai pada ketika ini,” tegas Lammy.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari Downing Street berselisih dengan Menlu Inggris soal tindakan Israel





