Timnas Indonesia Tetap Boyong Maarten Paes ke Arab Saudi Meski Tak Bisa Diturunkan

Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan tetap saja mengakibatkan Maarten Paes ke Arab Saudi walaupun tidaklah mampu dimainkan. Maarten akan mengambil bagian rombongan untuk menonton laga Timnas Indonesia versus Arab Saudi.
Timnas Indonesia akan bersua dengan Arab Saudi di tempat laga pertama Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 Zona Asia. Kompetisi itu akan dijalankan di dalam King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi pada 5 September 2024 mendatang.
Maarten Paes diketahui tak bisa saja bermain pada laga tersebut. Sebab, kiper berusia 26 tahun itu tak mampu didaftarkan oleh ke di skuad Timnas Indonesia versus Arab Saudi.
Pendaftaran untuk pertandingan itu sudah ada ditutup per 5 Agustus 2024 lalu. Sedangkan, Maarten baru dipastikan mampu membela Timnas Indonesia setelahnya menang gugatan di tempat Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 18 Agustus 2024.
Walau begitu, Maarten dikonfirmasi akan masih dibawa oleh instruktur Shin Tae-yong ke Arab Saudi. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji.
“Maarten dipanggil ke Arab Saudi,” kata Sumardji untuk MNC Portal Indonesia (MPI) lewat program perpesanan WhatsApp, hari terakhir pekan (23/8/2024).
Sumardji juga memastikan, Maarten bukan mampu dimainkan dikarenakan pendaftaran pemain untuk laga yang disebutkan telah ditutup. Kemungkinan besar, Maarten masih dibawa untuk menyaksikan rekan-rekannya berjuang pada Arab Saudi.
“Pendaftaran lawan Arab Saudi (telah) ditutup 5 Agustus,” tutur Sumardji.
Walau belum dapat bermain, ini akan menjadi pengalaman berharga bagi Maarten Paes. Kiper FC Dallas itu kemungkinan besar akan bermain pada waktu Timnas Indonesia bersua Australia pada SUGBK, Ibukota pada 10 September 2024 mendatang.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga sebelumnya telah mengonfirmasi Maarten dapat didaftarkan untuk laga tersebut. Sebab, kata Arya, pendaftaran pemain untuk laga kedua hingga 10 putaran ketiga bisa saja dijalankan tujuh hari sebelum pertandingan digelar.






