Iran-Israel di tempat Ambang Perang, Siapa yang digunakan Paling Perkasa Ekonominya?

JAKARTA – Iran dan juga negara Israel dalam ambang perang. Keduanya sama-sama miliki kesempatan untuk memulai pertempuran di area kawasan Timur Tengah ini. Namun, berbagai informasi beredar bahwa Iran akan menyerang negeri Israel terlebih dahulu.
Seperti diketahui, isu peperangan antar kedua negara yang dimaksud tidak ada terlepas dari kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di tempat Teheran. Serangan yang jikalau nantinya diadakan ke Israel, adalah sebagai balasan menghadapi kematian Ismail Haniyeh.
Dibalik konflik itu, menarik apabila mengetahui perbandingan dunia usaha dari kedua negara tersebut. Pasalnya, kedua negara masih berkutat dengan persoalan dunia usaha pada dua tahun terakhir.
Berdasarkan laporan Iran Economic Monitor dari Bank Dunia, pada 2022 Iran mencatatkan peningkatan perekonomian 3,8 persen. Kuantitas hasil domestik bruto (PDB) Iran pada 2022 mencapai USD388,54 milar.
Dengan jumlah keseluruhan penduduk mencapai 88,55 juta, Pendapatan Domestik Bruto per kapita Iran mencapai USD5.453 pada 2022. Bank Global mencatatkan bahwa perekonomian Iran mendapat dukungan kuat dari pendapatan minyak dan juga pendapatan pajak.
“Namun, perekonomian Iran masih menghadapi kendala peningkatan teristimewa terkait dengan sanksi ekonomi, pembatasan akses terhadap eksternal bursa lalu teknologi terkini, juga pembangunan ekonomi asing yang dimaksud sangat dibutuhkan,” tulis laporan Bank Planet itu.
Sedangkan Israel, pada 2022 dengan populasi 9.557.500 jiwa pada waktu itu memiliki Pendapatan Domestik Bruto USD525 juta, dengan Produk Domestik Bruto per kapita USD54.931.
Sementara itu dari bilangan pertumbuhan ekonomi, tanah Israel berhasil mencatat 6,8 persen, pemuaian 4,4 persen, dan juga rasio utang terhadap Pendapatan Domestik Bruto sebesar 59,23 persen.
Israel pada 2022 mencatatkan total ekspor USD166 miliar. Selain itu, Bank Bumi mencatat tingkat pengangguran sebesar 3,3 persen.






