Hubungan India-Pakistan menjadi lebih buruk usai serangan pada Jammu lalu Kashmir

Istanbul – Hubungan antara India kemudian Pakistan jatuh ke titik terendah akibat serangan terhadap wisatawan ke wilayah Jammu kemudian Kashmir yang digunakan dikontrol India, Pahalgam, yang menewaskan 26 penduduk pada 22 April lalu.
New Delhi pada Rabu (23/4) menyatakan penangguhan Perjanjian Air Indus yang mana mengatur penjatahan air dari enam sungai pada wilayah aliran sungai Indus antara dua negara dengan senjata nuklir tersebut.
Penangguhan perjanjian bilateral itu disampaikan setelahnya Utama Menteri India Narendra Modi menjadi pemimpin rapat Komite Kabinet untuk urusan Security menyusul serangan di Jammu kemudian Kashmir.
India juga mengusir penasihat militer Pakistan dan juga mengempiskan jumlah agregat staf diplomatik yang bertugas di kedutaan besar Pakistan di dalam New Delhi.
Visa yang mana diterbitkan bagi WN Pakistan di bawah skema regional SAARC (Asosiasi Kerja Sama Wilayah Asia Selatan) juga ditangguhkan.
Kemudian pada Kamis (24/4), New Delhi mengumumkan bahwa layanan visa ke Pakistan akan ditangguhkan seluruhnya, dan juga warga India yang digunakan sedang berkunjung ke Pakistan diminta kembali "sedini mungkin".
India juga melakukan penutupan satu-satunya pintu perbatasan dengan Pakistan yang tersebut dioperasikan di dalam Wagah-Attari.
Pakistan membalas
Pemerintah Pakistan merespons kebijakan India yang dimaksud dengan menyatakan bahwa Perjanjian Air Indus yang dimediasi oleh Bank Planet juga diteken pada September 1960 tiada mencantumkan mekanisme untuk menangguhkan perjanjian secara sepihak.
Islamabad menegaskan bahwa tindakan yang dimaksud amat "sembrono" lalu memberi peringatan bahwa tindakan apapun oleh India untuk mengalihkan atau menghentikan aliran air ke Pakistan akan dianggap sebagai "tindakan perang".
Pakistan juga menyatakan penangguhan Kesepakatan Simla, pakta bilateral tahun 1972 yang digunakan memberi dasar bagi Garis Kendali (Line of Control) antara kedua negara di wilayah sengketa Kashmir dan juga kerangka bagi penyelesaian sengketa bilateral.
Penangguhan Kesepakatan Simla, langkah paling besar oleh pemerintah Pakistan, diberitahukan setelahnya Pertama Menteri Shehbaz Sharif mengawasi rapat Komite Security Nasional.
Sementara itu, membalas tindakan New Delhi, Islamabad juga mengusir atase pertahanan kemudian mengempiskan staf diplomatik dalam kedutaan besar India di dalam Pakistan.
Pakistan juga menghentikan pintu perbatasan Attari-Wagah kemudian menghentikan semua perdagangan bilateral maupun dengan pihak ketiga melalui Pakistan.
Islamabad turut menangguhkan penerbitan visa bagi warga India dalam bawah skema SAARC, kecuali untuk perjalanan ibadah bagi kaum Sikh, lalu menghentikan ruang udaranya baik bagi seluruh pesawat yang dimiliki maupun dioperasikan pihak India.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari Hubungan India-Pakistan memburuk usai serangan di Jammu dan Kashmir



