Microsoft Mendadak Perbaharui Ketenteraman Windows, Tangkal Risiko Hacker
Jakarta – Microsoft berencana mengumumkan pembaruan patch keamanan yang tersebut diklaim penting untuk diketahui jutaan pengguna Windows pada Kamis besok, 4 Juli 2024. Pembaruan itu disebutkan dalam bentuk perbaikan celah keamanan di Windows untuk menurunkan risiko serangan hacker, seperti ransomware kemudian sejenisnya.
Pembaruan ini tergolong mendadak, mengingat Microsoft baru meluncurkan patch keamanan teranyarnya pada pertengahan Juni lalu. Dilansir dari Gizchina, Rabu, 3 Juli 2024, analisis dari pakar siber di dalam Symantec—produsen perangkat lunak pengamanan data—mencatat adanya kemungkinan peretasan pada sistem operasi Windows.
Istilah ransomware sedang ramah dibahas di dalam Indonesia, menyusul serangan siber terhadap Pusat Angka Nasional Sementara (PDNS). Merujuk pernyataan Badan Siber dan juga Sandi Negara (BSSN), sarana data itu disusupi ransomware buatan kelompok peretas Brain Cipher. Virus itu biasanya membobol sistem keamanan dan juga mengunci data pada perangkat teknologi sasaran peretasan.
Alih-alih Brain Cipher, Microsoft mewaspadai ancaman dari kelompok peretas bernama Black Basta. Grup ini menarget berbagai bidang usaha di skala global. Sasarannya beragam, mulai dari rumah sakit, pabrik, hingga perusahaan otomotif kelas globus seperti Hyundai.
Ada juga serangan terhadap lembaga pemerintahan. Serangan Black Basta sempat dirasakan oleh 500 organisasi di dalam Amerika Utara. Grup ini bahkan mengirimkan alat peretasan model RaaS untuk hacker lainnya,
Ancaman-ancaman yang saling berkaitan itu ditengarai menciptakan Microsoft memperbarui lagi patch keamanannya. Belum lagi ada kelompok Black Basta menunjukkan pergerakan yang mana masif pada menarget lalu menyerang korbannya yang lalai akan keamanan siber.
Artikel ini disadur dari Microsoft Mendadak Perbaharui Keamanan Windows, Tangkal Risiko Hacker





