Penghapusan Jurusan di dalam SMA, Kemendikbudristek Beri Waktu Transisi 3 Tahun bagi Sekolah yang dimaksud Terapkan Kurikulum Lama
Jakarta – Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum lalu Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Penelitian serta Teknologi atau Kemendikbudristek, Anindito Aditomo mengutarakan bahwa sekolah yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka, mereka diberi waktu untuk persiapan masa transisi.
“Sekitar 5 persen sekolah yang masih menerapkan sistem lama ada penjurusan. Mereka diberi waktu 2 sampai 3 tahun untuk mempersiapkan transisi ke kurikulum baru,” kata Anindito untuk Tempo melalui instruksi singkat pada Jumat, 19 Juli 2024.
Anindito mengemukakan 5 persen itu adalah sekolah-sekolah dalam tempat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kemendikbudristek baru belaka mengumumkan menghapus penjurusan di dalam jenjang Sekolah Menengah Atas atau SMA yang mana akan diterapkan pada tahun ajaran 2024/2025. Anindito menjelaskan peniadaan jurusan di SMA merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang mana telah diterapkan bertahap sejak 2021.
Sampai 2024, penerapan Kurikulum Merdeka sudah ada mencapai 90 sampai 95 persen untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) kemudian SMA atau SMK.
“Pada kelas 11 dan juga 12 SMA murid yang dimaksud sekolah menggunakan Kurikulum Merdeka dapat memilih mata pelajaran secara lebih banyak leluasa sesuai minat, bakat, kemampuan serta aspirasi studi lanjutnya,” tuturnya.
Dia memperlihatkan bagi murid yang dimaksud ingin melanjutkan kuliah pada bidang teknik sanggup memilih pelajaran seperti matematika, fisika tanpa mengambil pelajaran biologi. “Sebaliknya apabila murid ingin mengambil kedokteran bisa jadi menggunakan jam pelajaran untuk mapel biologi kemudian kimia. Tanpa harus mengambil matematika tingkat lanjut,” paparnya.
Anindito berharap hal itu dapat lebih banyak membantu fokus siswa di mendirikan pengetahuan yang mana relevan untuk minat kemudian rencana studi murid selanjutnya.
Sebelumnya, ia menafsirkan persiapan untuk rencana kuliah dianggap lebih banyak sulit apabila murid masih dikelompokkan pada jurusan IPA, IPS serta Bahasa. Anindito mengutarakan pada waktu ini di mana ada pembagian jurusan, murid akan tambahan banyak memilih jurusan IPA.
“Hal ini belum tentu dijalankan berdasarkan refleksi tentang bakat, minat dan juga rencana karirnya. Tapi dikarenakan jurusan IPA diberi privilege lebih di memilih acara studi ke perguruan tinggi,” ucapnya.
Anindito berharap dengan menghapus penjurusan dapat menyokong murid melakukan ekplorasi minat, bakat. Selain itu, juga memberi kesempatan memilih mata pelajaran pilihan secara lebih lanjut fleksibel.
“Penghapusan jurusan ini juga untuk menghapus diskriminasi terhadap murid jurusan non-IPA di seleksi pelajar baru,” ujarnya.
Menurut ia dengan penerapan Kurikulum Merdeka lulusan SMA juga SMK dapat mengikuti semua tes penerimaan pelajar baru di dalam semua prodi tanpa dibatasi.
Artikel ini disadur dari Penghapusan Jurusan di SMA, Kemendikbudristek Beri Waktu Transisi 3 Tahun bagi Sekolah yang Terapkan Kurikulum Lama






