MWA: Rektor Baru Unpad Harus Bisa Capai Pendapatan Rupiah 3 Ribu Miliar
Bandung – Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran atau MWA Unpad menggunakan tiga prinsip sebagai target yang mana harus dicapai oleh rektor baru periode 2024-2029. Menurut Wakil Ketua MWA Unpad Arry Bainus, ketiga prinsip itu terkait dengan penguatan otonomi kampus, tata kelola, juga nilai lokal lalu globalisasi. “Sehingga keunggulan Unpad dapat tercapai,” ucapannya pada waktu berpidato dalam acara Debat 3 Calon Rektor pada Rapat Pleno Terbuka MWA Unpad di dalam Bandung, Selasa 2 Juli 2024.
Ketiga calon rektor Unpad itu adalah Arief S. Kartasasmita, sekarang Wakil Rektor Lingkup Akademik kemudian Kemahasiswaan. Kemudian Popy Rufaidah, Guru Besar Fakultas Perekonomian juga Bisnis yang tersebut ketika ini berubah menjadi Ketua Pusat Unggulan Unpad BUMN Center of Excellence. Kandidat berikutnya adalah Setiawan, Guru Besar Fakultas Medis yang dimaksud juga Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad.
MWA rencananya akan menyelenggarakan rapat pleno tertutup pemilihan rektor pada Kamis, 4 Juli 2024. Saat itu ketiga calon rektor akan kembali diwawancara tentang target berdasarkan tiga prinsip tersebut. Antara lain, bagaimana cara ketiga calon rektor menciptakan Unpad mencapai QS World University rankings 300.
Lalu, bagaimana mencapai anggaran pendapatan Mata Uang Rupiah 3 triliun untuk kemandirian. Selain itu, MWA ingin mengetahui bagaimana cara ketiga calon rektor Unpad meraih target kesejahteran pegawai dengan remunerasi 120 persen. “Itulah target yang digunakan kami ingin capai sama-sama melalui para calon rektor ini,” kata Arry Bainus.
Menanggapi keinginan MWA itu, calon rektor Arief S. Kartasasmita mengatakan, otonomi akademik tidak ada melulu berbicara mengenai pendapatan. Menurutnya, makna otonomi yang digunakan terpenting adalah bagaimana universitas memberikan ruang bagi para dosen lalu pelajar khususnya untuk bisa jadi mengembangkan keilmuannya.
“Sehingga otonomi tidaklah dimaknai bagaimana kita mengatur keuangan secara mandiri cuma tetapi yang mana terpenting adalah bagaimana keilmuan dalam di satu perguruan besar ini dapat direalisasikan secara lebih tinggi baik,” ujarnya.
Sementara menurut calon rektor lainnya, Popy Rufaidah, usulan visi 2024-2029 adalah keberlanjutan Unpad sebagai universitas kelas bumi yang mana bermanfaat, adaptif, lalu inovatif. Otonomi kampus melalui pilar akademik lalu non akademik disebutnya berubah jadi cara untuk merancang Unpad yang tersebut lebih besar terkelola dengan baik.
Adapun kandidat lain, Setiawan, mengatakan, untuk meningkatkan kekuatan reputasi akademik juga memberikan dampak terhadap pendapatan maka Unpad harus mengembangkan kegiatan studi yang digunakan unggul dan juga bisa saja dikerjasamakan dengan internasional. Dia memisalkan acara double degree.
Artikel ini disadur dari MWA: Rektor Baru Unpad Harus Bisa Capai Pendapatan Rp 3 Triliun





