LavAni hajar Bhayangkara Presisi 3-0 pada final four Proliga

Surabaya – Juara bertahan kelompok putra DKI Jakarta LavAni Allobank Electric meraih kemenangan perdana pada final four putaran pertama PLN Mobile Proliga 2024 setelahnya menghajar Ibukota Bhayangkara Presisi dengan 25-17, 25-15, 25-20 di GOR Bung Tomo Surabaya, Jumat.
Ini adalah kemenangan ketiga LavAni menghadapi Bhayangkara Presisi sepanjang Proliga musim ini setelahnya Dio Zulkifli juga kawan-kawan menang pada putaran reguler.
Pada laga yang tersebut disaksikan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang dimaksud juga pembina serta pendiri Ibukota LavAni, sang juara bertahan telah menunjukkan dominasinya sejak set pertama.
Mereka menyerang lewat servis untuk membuyarkan penerimaan bola pertama (receive) atlet Bhayangkara Presisi. LavAni pun unggul di perolehan poin kemudian merebut set pertama 25-17.
Memasuki set kedua, permainan Bhayangkara belum juga membaik. Penerimaan bola servis yang tersebut buruk menghasilkan setter Alfin Daniel kesulitan mengembangkan permainan. Bola lebih tinggi kerap diangkat ke sikap 2 kemudian 4 sehingga lawan ringan membaca juga membloknya.
LavAni menjadi pemimpin sangat 16-10 dan juga akhirnya menyembunyikan set kedua dengan 25-15.
Pada set ketiga, permainan Bhayangkara mulai membaik. Receive dia jalan, begitu juga blok serta pertahanan. Hasil ketat terjadi juga Bhayangkara sempat menjadi pemimpin 16-14 saat pemain LavAni menyebabkan kesalahan servis.
LavAni kemudian bangkit untuk menambah lima nomor beruntun guna membalikkan kedudukan berubah menjadi 22-18. Sang juara bertahan terus melaju lalu mengakhiri perlawanan Bhayangkara Presisi dengan 25-20.
Instruktur Ibukota Indonesia Bhayangkara Presisi Riedel Toiran Gonzales Toiran mengakui timnya bermain buruk kemudian kurang semangat sehingga strategi yang tersebut sudah ada disiapkan bukan berjalan baik.
"Setelah seri reguler terakhir pada Pontianak, situasi beberapa pemain agak mengecil serta ada yang digunakan cedera sehingga kami tidaklah dapat berlatih full team. Tetapi memang sebenarnya fokus dan juga semangat kelompok kurang maksimal pada laga hari ini," kata Toiran.
Middleblocker Bhayangkara Presisi Yudha Mardiansyah menambahkan regu instruktur sebenarnya telah menyiapkan strategi menghadapi LavAni, tapi bukan dapat dieksekusi di lapangan sebab permainan kurang maksimal.
"Kami kerap kehilangan fokus, teristimewa pada set pertama kemudian kedua. Secara tim, kami telah tahu kekuatan dan juga kelemahan lawan, tetapi kami banyak salah sendiri," katanya.
Asisten Pelatih kepala Ibukota LavAni Samsul Jais mengutarakan kekuatan servis menjadi kunci timnya di menekan Bhayangkara Presisi yang tersebut lemah pada receive.
"Hari ini kami bermain sangat solid, baik di menyerang maupun bertahan. Servis kemudian receive yang mana bagus berubah menjadi kunci pada permainan bola voli modern, itu terbukti pada pertandingan hari ini," kata Jais.
Pemain DKI Jakarta LavAni Fahri Septian Putratama menambahkan kemenangan perdana ini bermetamorfosis menjadi modal penting bagi timnya untuk menatap laga berikutnya pada putaran empat besar. "Semoga permainan kami bisa saja semakin bagus serta solid," kata pemain timnas ini.
Artikel ini disadur dari LavAni hajar Bhayangkara Presisi 3-0 pada final four Proliga






