Ketakutan Terbesar Jorge Martin: Pensiun Tanpa Gelar Juara MotoGP

MADRID – Bintang Pramac Ducati, Jorge Martin , mengungkapkan ketakutan terbesar pada hidupnya ketika ini. Dia mengaku takut pensiun sebagai orang peserta balap yang tersebut tak mempunyai gelar kejuaraan juara MotoGP.
Hanya butuh tiga musim sekadar bagi Martin untuk dapat bersaing bertarung memperebutkan penghargaan juara MotoGP sejak iklan dari Moto2 pada 2021. Dia menunjukkan perlawanan ketat terhadap sang juara bertahan, Francesco Bagnaia, pada musim 2023 hingga akhir musim.
Namun sayang, beberapa kesalahan yang digunakan berujung pada kecelakaan dalam akhir musim menyebabkan Martin terpaksa gigit jari. Dia kalah dari Bagnaia lalu berakhir sebagai runner up MotoGP 2023.
Kini, Martinator -julukan Martin- kembali berada pada jalur perebutan gelar kejuaraan juara MotoGP 2024. Jatuhnya Bagnaia di balapan utama GP Aragon 2024 membuatnya miliki keunggulan 23 poin pada puncak klasemen.
Kendati telah membuktikan diri bisa jadi bersaing dalam papan menghadapi di dua musim terakhir, Martin ternyata sangat takut tak mampu mendapatkan gelar kejuaraan juara MotoGP hingga akhir kariernya. Bahkan, pada waktu ini dirinya bisa saja terguncang apabila tak meraih kemenangan balapan.
“Ketakutan terbesar saya ketika ini, menurut saya, adalah pensiun tanpa meraih kemenangan Kejuaraan Global MotoGP,” kata Martin dilansir dari Motosan, Kamis (5/9/2024).
“Ini kemungkinan besar ketakutan terbesar saya ketika ini, kemungkinan besar pada beberapa tahun ke depan saya tidaklah akan melihatnya seperti itu, tapi sekarang ini adalah ketakutan terbesar saya. Atau bagaimana tiada menang itu bisa saja mempengaruhi saya,” tambahnya.
Walaupun demikian, Martin pasrah lalu akan menerima kenyataan jikalau dirinya tak dapat menjadi juara MotoGP hingga gantung helm nanti. Yang jelas, atlet sepeda berusia 26 tahun itu akan setiap saat berjuang menampilkan performa terbaik untuk menyabet titel balapan motor paling bergengsi dalam dunia itu.
“Tetapi pada ketika yang sejenis saya juga percaya bahwa jikalau memberikan yang mana terbaik pada akhirnya itu adalah sesuatu yang bisa saja terjadi. Tapi ketika ini rumit di pertarungan untuk menyatakan ‘Saya tiada menang’, tapi saya juga tak ingin itu menjadi obsesi,” jelas rider selama Spanyol tersebut.
Pada akhir pekan ini, Martin akan segera berjuang untuk memperlebar keunggulannya pada puncak klasemen dari Bagnaia di dalam MotoGP San Marino 2024. Balapan sprint pada Sirkuit Misano itu dijadwalkan diselenggarakan pada Hari Sabtu (7/9/2024) pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat kemudian sehari setelahnya balapan utama berlangsung pada pukul 19.00 WIB.






