Kemunculan ikan oarfish dalam Indonesia

DKI Jakarta –
Ikan oarfish (Regalecus glesne) dikenal dengan bentuk tubuhnya yang panjang, dapat mencapai hingga 11 meter, serta ciri khas siripnya yang mana mirip dengan pita. Biasanya, ikan ini hidup pada kedalaman laut yang mana pada dan juga jarang terlihat di dalam permukaan, sehingga kemunculannya ke perairan dangkal bermetamorfosis menjadi sorotan.
Berdasarkan berubah-ubah penelitian kemudian studi, para ahli menyatakan bahwa kemunculan ikan oarfish bukan terkait dengan bencana alam seperti gempa bumi atau tsunami. Ikan oarfish biasanya muncul ke permukaan air sebab terbawa arus atau pada keadaan sakit.
Namun, pada ketika itu Kepala Area Mitigasi Gempa Bumi lalu Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, juga Geofisika (BMKG) Daryono membantah rumor tersebut. BMKG menjelaskan bahwa menurut teori oseanografi, pengangkatan biota laut dari kedalaman ke permukaan rutin kali terkait dengan fenomena upwelling.
Upwelling merupakan fenomena pada mana air laut yang mana lebih banyak dingin dan juga mempunyai massa jenis lebih lanjut besar melakukan aksi dari dasar laut ke permukaan, sehingga menyebabkan ikan dari laut di muncul ke permukaan.
Meski demikian, kemunculan oarfish kali ini terus tidak ada dapat dianggap sebagai pertanda bahaya. Organisasi konservasi lalu edukasi samudera, Oceana, menyatakan bahwa peluncuran oarfish ke permukaan merupakan hal yang mana jarang terjadi.
Namun, penyebabnya tidak sebab bencana, melainkan oleh sebab itu keadaan ikan yang mana sekarat atau kehilangan arah. Akibatnya, oarfish yang tersebut ditemukan dekat permukaan atau pantai umumnya bukan dapat bertahan hidup.
Para ilmuwan Jepun menyatakan bahwa oarfish tidaklah dapat memprediksi gempa bumi. Mereka meneliti laporan dari akuarium, jurnal akademis, dan juga surat kabar lokal sejak 1928.
Dari 336 penampakan ikan laut pada dalam Negeri Sakura antara November 1928 juga Maret 2011, tak ada yang dimaksud berlangsung di 30 hari pasca gempa berkekuatan 7,0 atau lebih. Selain itu, tidak ada ada laporan gempa berkekuatan 6,0 atau tambahan di 10 hari pasca penampakan tersebut.
Kemunculan ikan oarfish di Negara Indonesia ini membuka potensi bagi penelitian lebih tinggi lanjut mengenai sistem ekologi laut juga pentingnya menyimpan kelestarian lingkungan laut. Diharapkan, dengan adanya penemuan ini, warga semakin sadar akan perlunya melindungi keberagaman hayati dalam perairan Indonesia.
Dengan kemunculan yang langka ini, Tanah Air kembali menunjukkan kekayaan lautnya yang digunakan menakjubkan, sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya merawat lingkungan demi kelestarian makhluk hidup di laut.
Artikel ini disadur dari Kemunculan ikan oarfish di Indonesia






