10 Ide Lomba Tujuh Belasan yang dimaksud Unik serta Seru, Selain Makan Kerupuk lalu Balap Karung

JAKARTA – Ide lomba tujuh belasan begitu beragam. Biasanya akan diadakan untuk merayakan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).
Tak melulu lomba makan kerupuk atau lomba balap karung, Anda juga bisa saja loh menghasilkan ide lomba 17 agustusan yang mana lebih besar unik serta tak kalah seru!
Berbagai lomba unik berikut ini bisa jadi menjadi inspirasi untuk diselenggarakan di dalam lingkungan rumah atau di area kantor.
Nah, secara langsung semata yuk intip beberapa inspirasi lomba unik kemudian seru berikut ini, menyampaikan dari berbagai sumber.
Deretan Lomba Tujuh Belasan
1. Lomba tebak benda pada kardus
Lomba tebak benda di kardus adalah cara yang menyenangkan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia juga mempererat tali persaudaraan.
Dalam ide kegiatan 17 Agustus ini, gunakan campuran benda sehari-hari yang mana unik kemudian jarang ditemui. Kemudian, berikan poin pada setiap kategori benda yang mana berhasil ditebak. Agar lebih tinggi menantang, tutup mata kontestan pada waktu akan menebak benda pada kardus tersebut.
2. Lomba makeup dengan mata tertutup
Ide lomba 17 Agustus yang tersebut satu ini cocok banget buat ibu-ibu rumah tangga yang digunakan dulu punya cita-cita jadi perias artis tapi nggak kesampaian!
Tapi lomba makeup kali ini justru miliki tingkat kesulitan yang lebih banyak tinggi akibat para partisipan ditantang untuk merias wajah teman setimnya pada keadaan mata tertutup.
3. Lomba estafet kelereng
Peserta lomba akan menghadirkan kelereng yang diletakkan dalam menghadapi sendok tanpa boleh menjatuhkan kelerengnya, serta yang mana paling cepat sampai ke garis akhir adalah yang digunakan menang.
4. Lomba gendong istri
Dalam lomba ini, individu suami harus menggendong istrinya dan juga berlari menuju garis finish. Pasangan yang digunakan paling cepat sampai pada garis finish tanpa menjatuhkan istri adalah pemenangnya.
5. Lomba estafet baju atau sarung
Dalam lomba ini, setiap anggota regu berdiri berjajar dengan satu pakaian atau sarung. Setiap partisipan harus mengenakan pakaian yang dimaksud sebanding secara bergiliran dari ujung ke ujung.






