PwC China Dijatuhi Hukuman Buntut Sekongkol Penipuan dengan Evergrande

JAKARTA – Auditor PwC China dilaporkan telah dilakukan mengumumkan untuk para kliennya bahwa mereka itu akan menerima larangan beroperasi selama enam bulan dari pihak berwenang China kemudian kemungkinan denda yang tersebut besar sebagai hukuman berhadapan dengan perannya di mengaudit pengembang properti yang bangkrut, Evergrande.
Financial Times melaporkan PwC diperkirakan akan dilarang melakukan aktivitas-aktivitas yang tersebut diatur di dalam China seperti mengaudit hasil-hasil keuangan selama enam bulan mulai bulan September.
Pada Maret, regulator sekuritas Beijing mengungkapkan bahwa Evergrande, pengembang properti dengan utang terbesar di tempat dunia sebelum bangkrut pada Januari sudah pernah menggelembungkan pendapatan hampir USD80 miliar pada 2019 juga 2020.
Baca Juga: Komandan Pasukan Khusus Akhmat Ramalkan Perang tanah Ukraina Berakhir 3 Siklus Lagi
Evergrande diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD580 jt berhadapan dengan dugaan penipuan. Pendirinya Hui Ka Yan ditahan oleh pihak berwenang pada September lalu diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD6,5 juta.
Kejatuhan Evergrande menyebabkan pengawasan terhadap PwC China, yang mana telah dilakukan mengaudit akun pengembang properti yang disebutkan selama 14 tahun hingga 2023. FT mengutip pribadi mantan mitra yang tidaklah disebutkan namanya di area PwC, yang dimaksud memiliki lebih lanjut dari 20.000 karyawan di area daratan China, yang digunakan mengatakan, “Para mitra pada waktu ini siap menghadapi dampaknya.”
PwC China adalah yang digunakan paling menonjol dari firma akuntansi empat besar sebuah istilah yang digunakan mencakup Deloitte, KPMG lalu EY, yang tersebut beroperasi pada China. Menurut Institut Akuntan Publik Bersertifikat China, PwC China memunculkan pendapatan hampir 8 miliar yuan pada 2022.
Namun, di beberapa bulan terakhir, pada sedang pengawasan yang mana semakin ketat terhadap hubungan PwC China dengan Evergrande, auditor ini sudah kehilangan klien. Menurut Reuters, klien terbesarnya yang mana terdaftar di dalam China daratan, Bank of China, mengungkapkan bahwa merekan berencana untuk beralih ke EY. China Life Insurance, China Telecom kemudian PICC juga sudah membatalkan PwC sebagai klien.
Tindakan regulasi yang digunakan akan diambil oleh PwC China diperkirakan akan melampaui hukuman yang dimaksud diterima tahun lalu oleh Deloitte, yang tersebut membayar denda sebesar USD31 jt lalu ditangguhkan selama tiga bulan sehubungan dengan auditnya melawan China Huarong Asset Management.
Baca Juga: Gulingkan Dolar AS, Lebih 50 Negara Bisa Terima Sistem Pembayaran BRICS
Melansir The Guardian, perusahaan-perusahaan milik negara pada China pada umumnya dilarang mempekerjakan auditor pada kurun waktu tiga tahun setelahnya pribadi auditor menerima hukuman yang digunakan signifikan dari pemerintah.
Pada Februari tahun lalu dilaporkan bahwa Beijing telah dilakukan menginstruksikan perusahaan-perusahaan milik negara untuk menghentikan kontrak dengan empat firma akuntan besar, lantaran pihak berwenang mencoba untuk mengatasi permasalahan keamanan lalu mengekang pengaruh auditor yang terkait dengan negara barat.






