Antropolog Unair Tanggapi Tren Cek Khodam Online: Hanya Hibur
Jakarta – Tren cek khodam online padat menantang minat netizen Nusantara di dalam media sosial ketika ini, seperti Instagram, Tiktok, hingga Xyang. Antropolog Universitas Airlangga (Unair) Biandro Wisnuyana menyatakan fenomena itu semata-mata ekspresi media hiburan masyarakat. “Ini cuma digunakan sebagai have fun aja,” kata Biandro melalui pernyataan yang tersebut diterima Tempo, Hari Senin 1 Juli 2024.
Dalam bahasa Arab, khodam mempunyai arti penjaga, pembantu, atau pengawal. Namun, istilah ini diidentikkan dengan sesuatu yang dimaksud mistis seperti pembantu dari kalangan jin.
Sementara, cek khodam online, menurutnya, bermetamorfosis menjadi merebak sebab masyarakat Indonesia sangat suka dengan hal mistis kemudian cocoklogi atau percocokan logika. Publik Negara Indonesia yang dimaksud mayoritas Islam dituntut percaya terhadap hal ghaib.
“Nah, cocoklogi dianggap mendebarkan sebab secara logika masuk, namun data empiris maupun historis bukan memiliki bukti yang dimaksud kuat,” ucap Biandro.
Biandro mengutarakan bahwa rakyat Indonesia telah terjadi mempercayai hal-hal gaib, seperti khodam sejak zaman dulu. Dulunya, masyarakat percaya bahwa khodam adalah entitas tiada terlihat yang tersebut memiliki hubungan timbal balik melalui perjanjian dengan manusia. Mereka juga percaya bahwa ada dua cara untuk mendapatkan khodam, yakni melalui ‘ilmu’ magis kemudian keturunan.
Biandro mengutarakan seni pewayangan Gatotkaca bermetamorfosis menjadi bukti adanya kepercayaan terhadap khodam di dalam warga lampau, tepatnya pada waktu cerita peperangan antara Gatotkaca dengan Brajadenta serta Brajamusti di penggulingan tahta Kerajaan Pringgadani. Jiwa keduanya kemudian ‘masuk’ ke tangan kanan lalu kiri Gatotkaca.
Biandro juga berkata bahwa khodam dapat merupakan manusia maupun hewan. Misalnya, cerita klasik Prabu Siliwangi yang tersebut dipercayai masyarakat memiliki khodam terdiri dari harimau putih. Komunitas percaya jikalau khodam yang mana bersemayam miliki karakteristik tertentu yang mana tercermin ke manusia itu.
“Ketika seseorang berhadapan atau berbicara dengan pendatang si pemilik khodam itu mereka akan segan, kemudian merek akan tunduk,” tambahnya.
Namun, khodam pada saat ini mengalami inovasi makna. Dulu, khodam komunitas anggap sebagai magis. Sementara saat ini hanya sekali sebagai media hiburan melalui cek khodam online.
Perubahan makna khodam ke rakyat pada waktu ini menghasilkan rasa takut atau kegelisahan terhadap hal ghaib hilang. Bahkan, pada masa kini berubah jadi media hiburan. Adapun dampak negatif yang tersebut dapat muncul bagi anak-anak hingga remaja adalah over self confidence atau terlalu percaya diri dengan khodam yang mana mereka miliki.
Ketika khodam dia ‘bagus’ atau ‘keren’, orang-orang malah merasa dapat melakukan segala hal seenaknya sendiri. Hal itu juga dapat memunculkan perspektif mengganggu bagi komunitas yang digunakan benar-benar percaya terkait khodam.
“Silakan untuk bereuforia dengan adanya fenomena ini, namun jangan sampai menjadikan hal ini sebagai satu acuan, oleh sebab itu ini cuma hiburan. Keabsahan terkait dengan data empirik maupun historis itu masih harus dipertanyakan,” tandas Biandro.
Artikel ini disadur dari Antropolog Unair Tanggapi Tren Cek Khodam Online: Hanya Hiburan





